Kepala Badan PSDMP dan PMP, Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd, menegaskan bahwa program utama badan adalah meningkatkan kualitas pendidik dan tenaga kependidikan (PTK) terutama melalui penilaian kinerja, melakukan diklat berbasis analisis kebutuhan, dan mengawal 8 standar nasional pendidikan (SNP) untuk memastikan agar seluruh satuan pendidikan betul-betul berjalan sesuai dengan SNP tersebut.
khusus terkait penjaminan mutu pendidikan, ada 3 langkah yang dilakukan badan. Pertama mereview seluruh peraturan yang terkait dengan penjaminan mutu yang ada di kemdiknas. kedua, berkordinasi lebih intens dengan badan-badan atau lembaga-lembaga yang ada kaitannya dengan penjaminan mutu pendidikan. ketiga, badan mencoba merumuskan aksi penjaminan mutu pendidikan yang fokus. Tahun ini akan fokus dulu mengembangkan sistem penjaminan mutu internal di satuan pendidikan yang meliputi seluruh jenjang. sekarang ini sedang dibangun sistem penjaminan internal di sekolah melalui EDS.
Syawal menegaskan, pilihannya EDS karena kita memulai dulu dari membangun kapasitas dan kapabilitas dari sekolah untuk memahami sendiri persoalan-persoalan yang terjadi di sekolah. Guru bersama kepala sekolah mencoba memahami sendiri dulu.
Ia menambahkan, melalui EDS paling tidak kita harus menghasilkan sebuah informasi tentang keberadaan sekolah, seberapa banyak sekolah kita yang berada di bawah Standar Pelayanan Minimal (SPM), seberapa banyak yang sudah memenuhi standar pelayanan minimal, dan seberapa banyak yang sudah diatasnya. berdasarkan peta mutu itu, kita akan bisa melahirkan intervensi kebijakan yang akurat. kebijakan bagi sekolah yang berada dibawah SPM, tentu berbeda dengan sekolah yang diatas SPM. Kalau peta mutu itu belum punya, kita sulit melahirkan kebijakan yang pas. Tahun ini (2011) ditargetkan 29.000 sekolah melaksanakan EDS.
Jadi Roh Penjaminan Mutu itu adalah melakukan penjaminan mutu secara berkelanjutan, secara terus menerus, atau continuous quality improvement. Basisnya sekarang kita bangun dari EDS.
EDS nantinya akan dilakukan di semua sekolah, mulai dari TK, SD, SMP hingga SMA dan SMK. mekanismenya melalui sitem online. Melalui EDS itu selanjutnya akan dipetakan mutu sekolah. Peta mutu sekolah melalui EDS itu akan mempermudah melihat kategori sekolah. Acuannya adalah 8 Standar Nasional Pendidikan (SNP). Dari situ akan ketahuan skornya. "Inilah pentingnya Badan Melakukan koordinasi dengan lembaga-lembaga lain.
Jika kita berbicara masalah mutu maka hal itu terkait dengan input, proses, dan output. Kalau inputnya bagus, prosesnya bagus, maka outputnya pasti bagus. Kalau inputnya jelek, prosesnya jelek, hasilnya pasti jelek. kalau inputnya jelek, prosesnya bagus, hasilnya sedang. kalau inputnya bagus, prosesnya jelek, hasilnya pasti jelek. Jadi Proses sangat menentukan.
Dalam melakukan penjaminan mutu, Badan mengandalkan infrastrukturnya, antara lain Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP). Bahkan lanjut Syahwal, LPMP itulah yang secara langsung terlibat untuk mengawal 8 SNP di Provinsi masing-masing atau wilayah kerjanya. LPMP dilibatkan dalam pelaksanaan EDS. " jadi tugas LPMP menjadi sangat strategis dengan munculnya Badan. Karena itu mind set LPMP yang selama ini adalah Balai Penetaran Guru, harus di rubah ke mind set Pengendalian dan Pengawalan 8 SNP.





